Ingin Mendaki Gunung Mahameru? Baca Ini!

Tau dong di foto ini background gue puncak gunung apa? Yeap si Gagah Mahameru. Dan gue akan share #TipsAlaAnakBebek untuk Summit Mahameru.
Okay berikut ini adalah beberapa hal yg harus diperthatikan saat menuju puncak Para Dewa Semeru : .

1. Batas pendakian aman adalah sampai Kalimati, kebijakan dari tnbts adalah jika mau summit resiko ditanggung sendiri. Simak & ikutin briefing dari @cakyo_saversemeru

2. Jika berjalan agak lambat, berarti bangun pagian agar tidak terlalu siang tiba di puncak. Perjalanan summit normal 4-5jam. Gue paling suka sih jalan sekitar pukul 00.30/01.00WIB. Inget jangan summit kesiangan, ada gas beracun mematikan yg biasanya keluar dari Jonggring Saloko diatas pukul 9pagi. Tau kejadian So Hok Gie? Kalo ga tau, coba google baca-baca dlu.
Netijen : “tapi dulu gue summit lebih dari jam 10 pagi tuh, gak kenapa-kenapa masih idup”
Iyah belum ajah knp2 – namanya siyal siapa yg tau, yg paling bagus itu tetep mencegah!

3. PASTIKAN MEMAKAI PAKAIAN YANG SAFETY! nah ngegas deh gue. Paling kesel kalo liat pendaki saat summit, baju cuma selembar, ditutup pakai ponco plastik, pake sendal, gak bawa bekal dan air minum, udah gitu suka kedinginan dan goleran di jalur bikin jadi antri. Kena Hypo baru tau rasa! Pakailah, baselayer warmer, midlayer (polar/softshell) dan outerlayer (winbreaker/waterproof jacket). Kupluk, Sarung Tangan, Buff/Shawll, jangan lupa pakai celana yg agak tebel tp bukan jeans! Kalo gak pake celanan nanti mengkerut digigit uler loh.. Dikira tetelan gantung

4. BAWA DAN PAKAI ALAT YG SAFETY JUGA
Jgn lupa pakai sepatu trekkking! Gue mah #AntiSendalClub kalo ke gunung karna kaki gue adalah aset penting. Kaoskaki nya jgn lupa sayang!
Lalu headlamp, minum yg cukup, cemilan-cepuluh-cebelas ini wajib, survival kit, gaiter, raincoat, trekking pole, thermal blanket, P3K, Uhm apalagi yah? Sunblock, lipbalm biar gak pecah2 tuh

5. Banyakin minum air hangat, lalu sebelum summit WAJIB isi perut dulu, biar gak lemes dan gak dingin2 bgt karna ada pembakaran dan energy yg dihasilkan tubuh, jadi tubuh bs lebih hangat juga.

Apakah Kamu Mendengar Musik Pada Saat Liburan?

Industri musik merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Dengan banyak sekali penghasilan pertahun, industri ini memang dibutuhkan dan digunakan oleh banyak orang. Musik sendiri memiliki banyak jenis dan aliran. Apakah aliran musik yang paling anda sukai?

Mendengar musik juga memiliki manfaat yang sangat besar sekali. Contohnya adalah menenangkan pikiran dan juga membuat tubuh menjadi lebih rileks. Nah, musik pun akan diproses oleh otak kanan manusia sehingga akan selalu teringat tanpa sengaja di alam bawah sadar.

Contoh paling sering dan umum adalah, jika mendengar suatu musik kita bisa mengingat kejadian apa dan masa apa yang paling melekat pada saat musik itu terus berputar.

Selamat Pagi! Selamat menikmati teh ataupun kopi hangat di pagi yang cerah ini, selamat beraktifitas!

Ngomong2 soal hangat, pagi2 gini mari mengobrol soal opini hangat nih. Bukan opini sih jatuhnya hanya sekedar obrolan simpel. Jujur deh, kamu saat travelling pasti dengerin lagu? Entah itu lagu dari smartphone kamu sendiri, hp orang lain yang sengaja di loud speaker, hingga musik yang diputar di speaker kereta ekonomi yang hingar bingar. Nah temen2 punya track lagu yang menarik nggak nih selama travelling? Dan punya nggak event saat travelling yang asik waktu kamu dengerin lagu itu?

Kalau Yudmin sih waktu itu pas naik Gunung Api Banda Naira, di puncak sambil melihat kabut2 dan suasana yang cukup mulai gelap, Yudmin menyetel lagu dari musisi Banda Naira, yang berjudul ke Antah Berantah. Wah jadi mix and match banget! Berlokasi di Puncak Gunung Api Banda Naira, sambil dengerin lagunya Banda Naira, yang judulnya ke Antah Berantah. Feelnya dapat karena waktu itu kabutnya mulai strong dan mau foto aja susah hehe. Kadang juga di switch ke Efek Rumah Kaca- Kamar Gelap atau Payung Teduh- Menuju Senja, karena waktu itu udah mau sunset. Serius, Syahdu banget Sob.

So, temen2 punyakah track khusus untuk menemani saat travelling? Drop commentnya yah. Yudmin sangat menghargainya! Asik lho denger musik sambil jalan2, hihi.

Bermain Bersama Penyu di Yenbuba

Yenbuba adalah salah satu desa yang terdapat di papua. Desa ini masih sangat jauh sekali dari kata polusi sehingga sangat asri dan juga bersih. Tempat yang sangat indah ini sangat cocok bagi anda yang ingin menenangkan pikiran serta melihat keindahan indonesia.

Rasa haus akan menyelam masih terasa. Aku agak kecewa karena kami hanya diberi waktu 30 menit untuk menyelam di Arborek. Aku melanjutkan perjalanan menuju Manta Point, tetapi sesampainya di Manta Point, tidak ada Manta sama sekali.

Para peserta cukup kecewa karena tidak bisa melihat Manta. Lalu, informasi dari Bang Ivan memberiku senyuman, karena kami akan menyelam di Yenbuba, spot yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Dulu, setelah menyelam di Arborek, aku menyelam ke Sawendarek, padahal saat itu ingin sekali ke Yenbuba.

“Kita ke Yenbuba ya, banyak penyu disana nanti, ada lion fish, ada hiu juga.” kata Bang Ivan.

“Hah, Hiu?”.

“Iya, ada bagian yang banyak hiunya.”.

Para peserta sempat berpikir macam-macam tentang hiu. Aku malah berpikir semoga saja hiu paus seperti di Kwartisore atau Talisayan. Yah dasar, mana mungkin ada hiu paus disini.

Kapal segera berjalan menuju arah desa Yenbuba. Aku tertidur sepanjang perjalanan karena trekking dan snorkling kali ini sangat melelahkan. Tak terasa, tibalah kami di Yenbuba.

“Nanti kita lompat di tengah laut, tidak di dermaga ya. Yang mau snorkling, nanti dijemput di dermaga.” teriak Bang Ivan.

“Duh, mager juga ya berenang lagi ke dermaga.”.

Tapi emang dasar pengen snorkling, aku langsung melompat. Bawah laut Yenbuba berbeda sekali dengan Arborek. Di Yenbuba lebih banyak varietas karang dan ikannya. Lalu, aku melihat sesuatu yang besar dibawahku.

“Penyu! Bang Ivan Penyu!” aku berteriak.

Bang Ivan sigap menyalakan mode timelapse di GoPronya dan menyelam. Aku pun ikut menyelam. Kami berusaha untuk melakukan selfie di belakang sang penyu.

Setelah mencoba dari 3 ekor penyu, kami kembali ke kapal untuk mengecek hasil foto. Dan kami cukup kecewa, karena hasil foto tidak ada yang bagus. Yah, mendingan lah daripada tidak ketemu penyu sama sekali.

Indahnya Snorkling di Kakaban di Pulau Sangalaki

Setelah puas snorkling di Kakaban, saya melanjutkan perjalanan menuju pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki letaknya nggak terlalu jauh dari Pulau Kakaban, hanya sekitar 30 menit saja. Sesampainya disana, kami disambut oleh para guide yang sedang santai-santai.

“Mau lihat Tukik ya Mas?” Ada di belakang Mas.” tanya si Guide sekaligus menjawab.

Rasanya saya belum bertanya tapi udah keburu dijawab oleh guide. Mau nggak mau, saya mengikuti guide ke arah belakang bangunan. Guide menunjuk sebuah bak besar yang terbuat dari beton.

“Didalam bak itu isinya tukik semua Mas”.

Saking penasaran, saya langsung buburu jalan ke arah bak tersebut. Ternyata benar, isinya tukik doang. Ada ratusan tukik berukuran kepalan tangan! Sang guide mempersilahkan kami untuk melepas beberapa tukik ke pasir. Dengan sangat berhati-hati, kami memindahkan tukik tersebut dengan panduan sang guide.

Apa sih yang sekarang banyak dicari di Derawan? Pantai, iya. Karang, pasti. Penyu, banyak. Tapi sekarang ada banyak hal yang bisa ditemui di Derawan. Dari mulai Manta hingga Hiu Paus alias Whale Shark!

Menjawab pernyataan tersebut, pagi-pagi buta pukul 4, saya dan tim @maratuadventure berangkat menuju Talisayan. Talisayan merupakan satu area di Kab Berau yang letaknya cukup jauh dari pulau Derawan, sekitar 2-3 jam tergantung ombak. Disana, konon terdapat hiu paus yang selama ini hanya bisa dijumpai di Teluk Cendrawasih, Nabire Papua saja.

Sayang, perjalanan kami terhambat oleh ombak jadi kapal seringkali digoyahkan oleh kerasnya ombak. Berkali-kali terlihat ombak lebih tinggi dibandingkan geladak kapal, membuat semua penumpang menjadi ngeri karenanya. Alhamdulillah, semua berangsur membaik saat kami sudah mendekati perairan Talisayan, yang ditandai dengan adanya bagan ikan.

Dari kejauhan, kami melihat para nelayan melempari ikan ikan kecil kearah laut. Tiba-tiba sebuah sosok besar melompat dan menghisap ikan-ikan yang mengambang diatas air itu! Tak kusangka, ternyata selama ini benar, hiu besar ini hidup tak hanya di Teluk Cendrawasih saja, tapi ia telah bermigrasi ke Derawan, bahkan katanya sampai juga di Gorontalo!